Empty Nest Syndrome

Empty Nest Syndrome yang melanda kaum ibu

Istilah Empty Nest Syndrome , secara harfiah dapat diartikan sindroma sarang kosong ( empty = kosong, nest = sarang ). Akan tetapi rasanya kurang pas, lebih baik tetap dipakai istilah aslinya saja, yang disingkat ENS. Dalam buku-buku kedokteran istilah ini tidak dikenal. Apa sebenarnya ENS itu?
Sindroma ini adalah suatu keadaan yang menimpa kaum ibu pada saat anaknya meninggalkan rumah karena belajar di kota lain atau ke luar negeri. Juga dapat terjadi ketika anaknya menikah dan tidak tinggal serumah lagi. Keadaan ini menyebabkan ada perasaan tidak diperlukan lagi peranan sebagai ibu seperti waktu sebelumnya. ENS muncul sebagai gejala yang banyak melanda kaum ibu, terutama di negara barat, yang hubungan kekerabatan keluarga hampir tidak ada. Disana yang dinamakan keluarga, hanya ayah, ibu, dan anak-anak. Sehingga bila anak - anak pergi meninggalkan rumah, terasa sekali adanya kekosongan. Apalagi bila suami telah meninggal dunia, atau terpaksa hidup sendiri karena percaraian.Lain halnya dengan di Indonesia yang nilai kekerabatan keluarga masih menyertakan kakek, nenek, paman, bibi, saudara sepupu, kemenakan, dan saudara dekat lainnya. Akan tetapi untuk ke depan, kemungkinan norma kekerabatan kita juga dapat berubah, dan mengikuti pola kekerabatan yang ada di negara barat. Walaupun demikian, sekarang pun bukan berarti ENS tidak dirasakan kaum ibu di Indonesia, karena hubungan emosi ibu dan anak bersifat universal. .
Reaksi yang normal
Sebenarnya merupakan hal yang lumrah, bila ada rasa sedih saat anak pergi dari rumah.Terutama sekali bila sang anak berada di kota lain yang jauh, bahkan ke luar negeri.Rasa sedih sering membuat ibu-ibu meneteskan airmata atau menangis tersedu-sedu, bila teringat anaknya.Ada yang sering tercenung menatap tempat tidur yang kosong, karena si empunya tempat tidur telah berada di tempat lain. Ada yang menaruh pakaian anaknya di bawah bantalnya, atau diam-diam menciumi pakaian putra atau putrinya. Keadaan ini dianggap normal, bila berlangsung hanya satu minggu setelah kepergian anaknya. Yang perlu mendapat perhatian bila keadaan ini berlangsung lama, dan inilah yang disebut ENS yang sebenarnya.
Akibat ENS yang perlu diwaspadai
Yang parah bila kesedihan terus berlanjut, sering menangis sendirian karena merasa bahwa hidupnya tidak berguna lagi setelah anaknya tidak serumah. Muncul keinginan untuk menyendiri, menjauhi pergaulan, dan tidak ingin bekerja lagi.Ini berarti ENS telah mengakibatkan depresi. Dalam keadaan ini perlu ditangani secara serius, dengan meminta nasihat orang tua atau seseorang yang dapat dipercaya untuk memberi nasihat. Biasanya keadaan makin parah, bila bersamaan waktunya dengan saat memasuki menopause. Untuk keadaan yang sangat menggangu kestabilan emosi ini, sering kali perlu berkonsultasi dengan ahli kejiwaan. Biasanya penderita akibat ENS ini memerlukan obat antidepressant.
Cara terbaik mengatasi ENS
Rasa sedih adalah wajar, karena ada rasa kehilangan dan ada rasa kosong dalam hidup seorang ibu, terutama yang pertama kali melepas anaknya pergi ke tempat lain.Agar tidak terus larut dalam kesedihan, terdapat beberapa cara yang baik untuk mengatasi akibat ENS yang merugikan, yaitu:
· Yakinkan pada diri sendiri bahwa kepergian anak adalah untuk kebaikan masa depannya. Mereka belajar ke sekolah atau universita di tempat yang jauh adalah untuk meraih masa depan yang baik. Bagi yang pergi karena pernikahan, perlu direstui agar mereka berbahagia membuat sarang baru bagi kehidupannya yang baru/.
· §Tidak perlu merasa tidak berguna, karena semua bimbingan tangan seorang ibu yang disertai kasih sayang yang mendalam, akan tertanam dalam nurani anak kita.
· Agar dapat cepat menyesuaikan dengan keadaan ini, jangan terlalu sering menilpon sang anak. Cukup dua kali seminggu pada bulan-bulan pertama, kemudian sedikit demi sedikit dikurangi menjadi sekali seminggu. Lebih baik mnulis surat untuk menumpahkan rasa rindu, atau menggunakan e-mail atau SMS. Mengapa? Karena biasanya sang anak mulai ingin memperlihatkan kemandiriannya pada teman-teman barunya. Akan timbul rasa malu, bila sering ditilpon ibundanya. Teman-temanya akan mengejek, " Iih, anak mami!" Alangkah berbahagianya bila sang anak akan membalas e-mail atau SMS dengan " Ibu, sungguh saya merasa kehilangan tanpa ibu"
· Ceritakan hal yang lucu atau peritiwa menyenangkan yang terjadi di rumah kepada anak lewat surat atau e-mail. Dengan demikian terasa tetap ada ikatan batin yang dapat diungkapkan. Hindari mengungkap sesuatu yang merisaukan perasaan anak.
· Berbagi rasa dengan teman atau saudara yang mengalami hal yang sama. Ini akan mengurangi ENS karena ternyata banyak teman yang juga merasakan sesuatu yang sama.
· Curahkan perhatian pada hal yang menyenangkan atau melakukan pekerjaan sesuai hobi kita. Ada cara yang dapat dicoba bila rasa rindu mulai menyusup, dengan mandi yang diawali melulur badan sendiri atau dapat juga mandi berendam dalam busa sabun yang wangi. Dengan cara ini akan merasa bahwa diri kita juga perlu dirawat dan bukan dihancurkan oleh rasa sedih. Harumnya lulur atau sabun yang wangi merupakan aroma terapi yang sangat bagus untuk memberi stimulan kebahagian pribadi.
· Yang terpenting lakukan ibadah agama secara lebih baik. Bukankah senantiasa Tuhan memberi yang terbaik bagi umat-Nya? Bila rasa sedih mulai muncul, segeralah berdoa atau berzikir memohon yang terbaik untuk anak kita dan diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERINGATAN TAHUN BARU 1436 H LEMDIK AL-IKHLASH LUMAJANG

KABINET PERKONCOAN

AYAT TEMBAKAU SKANDAL AMAT SERIUS