Stress…bisa terjadi dalam dunia anak

Stres bagian dari perkembangan anak.Pada masa tertentu, anak akan merasa stres. Namun Rebecca Baum, M. D., asisten profesor klinik anak di Nationwide Children's hospital mengatakan, "Stres merupakan bagian dari perkembangan anak karena mengalaminya akan menimbulkan koneksi baru dalam otak anak." 

Seringkali kita menghadapi tingkah laku buah hati kita tiba-tiba berubah, entah itu pulang sekolah atau kadang sepulang bermain bersama teman, bisa jadi ananda sedang mengalami masa kurang nyaman dan menimbulkan stress. Apabila ananda sedang mengalami stress ada baiknya kita segera mengenali penyebabnya, sebab jika kita salah mengambil tindakan bisa berdampak negating yang lebih lama. 
Beberapa situasi di bawah dapat mengakibatkan stres pada anak. Sebelum menyelesaikan masalah si buah hati pastikan Anda memelajarinya terlebih dahulu dan lakukan solusi berikut. 
  •  Situasi 1 Anak Anda tiba-tiba bertingkah menjengkelkan, tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Tidak ada anak yang ingin dihilangkan dari situasi ini, tapi ini merupakan hal rutin untuk dia dan hanya sedikit stres. Solusi: konsistensi merupakan kunci untuk disiplin, jadi selalu berikan respon yang sama. reaksi anak akan berkurang waktu demi waktu.
  •  Situasi 2 Dia didorong oleh anak lain di tempat bermain. Situasi ini sangat menakutkan karena hal tersebut baru, dan bisa membuat anak kaget. Solusi: Permintaan maaf dari teman yang mendorongnya akan membantu, tapi pelukan dan kata-kata sesuai, seperti, "Kamu akan baik-baik saja." akan memberikan nilai lebih. 
  • Situasi 3 Punya adik baru, dan sang adik mencuri perhatian Anda. Situasi ini akan terjadi ketika anak menginjak umur 2 atau 3 tahun. Solusi: Luangkan waktu setiap hari untuk anak tertua Anda. Rencanakan pergi bersama juga saat weekend. 
  • Situasi 4 Anda bertengkar dengan pasangan, dan didengar anak. Situasi ini akan membuat anak Anda kecewa, akhirnya takut, dan menangis. Solusi: Katakan padanya, “Mama dan Papa minta maaf karena sudah buat kamu takut. Kami masih sayang satu sama lain dan juga sayang padamu. Stres pada anak bisa berdampak pada kesehatannya. 
Semua Orang tua pasti pernah didera stres dalam berbagai tingkatan. Entah stres karena pekerjaan, atau melihat ulah anak yang 'ajaib'. Namun, Anda perlu berhati-hati, jika sering stres. Menurut penelitian yang dilakukan tim penelti Universitas California, stres pada orang tua bisa memicu timbulnya asma pada anak. Tak hanya faktor lingkungan yang terpapar polusi tinggi, faktor psikologis seperti stres dan depresi bisa memicu asma pada anak. 

Tim peneliti menemukan wanita hamil yang mengalami stres berisiko tinggi melahirkan anak yang menderita asma dan memiliki tingkat alergi akan sangat tinggi. Para peneliti juga mengungkapkan, pola asuh orang tua yang tidak baik, keadaan ekonomi, juga akan sangat berpengaruh pada stres yang bisa memicu penyakit asma pada anak. Terlebih lagi jika anak tinggal di lingkungan kurang bersih dan suasana rumah tidak menyenangkan. Risiko anak terkena asma dan penyakit lainnya pun sangat tinggi.

 "Studi ini menunjukkan bukti bahwa keadaan psikologis orang tua dan suasana rumah berpengaruh pada kesehtan anak," kata Elaine Vickers, salah satu peneliti penyakit asma asal Inggris. Maka itu, sebagai orang tua, mulailah untuk mengendalikan dan belajar mengatasi stres. 
Saat berada di rumah buatlah suasana menyenangkan sehingga anak merasa nyaman dalam rumah dan senang berada di dekat orang tuanya. Usahakan tidak membawa persoalan pekerjaan dalam rumah. Jadikanlah rumah sebagai tempat menenangkan pikiran dan jangan membuat suasana rumah menjadi 'panas' karena tidak hanya berpengaruh negatif pada psikologis anak tetapi juga kesehatannya. angan memicunya. (Catatan :Disarikan dari beberapa artikel)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERINGATAN TAHUN BARU 1436 H LEMDIK AL-IKHLASH LUMAJANG

KABINET PERKONCOAN

SMILE GARDEN