KESEHATAN

TETAP SEHAT SAAT LEBARAN



Sangat tidak bijak kita “balas dendam” makan sepuasnya ketika lebaran. Padahal sebelumnya, selama bulan ramadhan kita telah berupaya untuk mengendalikan diri, termasuk tidak makan dan minum pada siang hari.


Perilaku tidak sehat pada saat lebaran dapat menimbulkan berbagai penyakit ketika atau setelah lebaran sehingga tidak bisa menikmati indahnya lebaran. Penyakit-penyakit yang sering muncul akibat perilaku tidak sehat itu adalah sakit perut karena diare atau karena sulit buang air besar, sakit kepala, batuk dan flu. Selain itu juga dapat memicu kambunya penyakit lama seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gula tinggi (hiperglikemia, keasaman lambung tinggi (maag).


Selama berpuasa, tubuh kita mengalami adaptasi, proses pencernaan bekerja lebih effisien, dan kebutuhan energi basal kita menurun. Bagaikan mobil yang baru turun mesin, penggunaan bahan bakarnya lebih irit dan tidak baik bila langsung dipacu dengankecepatan tinggi. Setelah berpuasa tubuh kita mengalami penurunan kebutuhan gizi dan perlu masa transisi pada pola makan baru. Karena itu porsi makan kita tidak sebanyak porsi makan menjelang puasa.


“Hikmah kesehatan menyertai ibadah puasa ini akan hilang jika kita tidak mengendalikan diri pada masa transisi ini”.


Bagaimana agar tetap sehat?Istirahat yang cukup pada malam lebaran dan hindari begadang. Minum segelas air putih dan lakukan olahraga ringan setelah sholat subuh. Upayakan sarapan pagi seadanya sebelum berangkat menunaikan sholat Ied. Hindari sarapan dengan “porsi besar” dan hindari pula makan yang terlalu pedas, terlalu asin atau terlalu manis. Sarapan bisa juga berupa makan buah atau minum jus buah bila anda sudah biasa melakukannya saat saur atau sebelum berpuasa.


Sebaiknya, Anda tidak “makan berat” antara sholat Ied dan makan siang. Makanlah “camilan dan minuman sehat” sekedarnya. Hindari minum sirup jika tidak biasa minum minuman ini, kalaupun terpaksa minumlah sekedarnya dan jangan terlalu kental dan dingin. Makan siang jangan terlalu kenyang, yang penting “berkualitas”. Tidak makan siang juga tidak masalah pada dua hari pertama Lebaran, selagi ngemil yang sehat. Kalaupun makan siang porsinya sebanyak porsi sarapan. Misalnya ketupat sayur dan opor, kemudian diakhiri makan buah segar dan minum air putih.


Aneka kue atau camilan yang disuguhkan saat Lebaran umumnyua mengandung lemak,gula, dan energi yang tinggi serta rendah kandungan serat dan vitamin. Lakukan makan malam seperti biasa dengan menerapkan gisi berimbang.


Lebih baik lagi bila Anda mulai melakukan puasa sunnah Syawal sejak hari kedua lebaran. Puasa ini dilakukan enam hari berturut-turut atau berselang sesuai anjuran Rosulullah Saw. Selain memperoleh pahala ibadah, puasa ini juga bermakna hikmah dalam menghadapi masa transisi organ pencernaan dan keseluruhan fisik tubuh.



Note : Disadur dari buku Powerful Shaum Sehat dan Bugar


Karya : Prof.Dr.H.Hardinsyah,MS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KABINET PERKONCOAN

PERINGATAN TAHUN BARU 1436 H LEMDIK AL-IKHLASH LUMAJANG

READ ALOUD : Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Buku