SUPER PARENTING
Tips #1: Metode Quantum Genius
Tahukah anda: Bahasa Otak kita adalah gambar
(Artikel ini adalah serial tulisan metode pembelajarn bagi anak2 & remaja utk mencapai prestasi terbaik di sekolah. semoga bermanfaat)
“Otak kita berpikir dalam bentuk gambar. Kabar buruknya, semua buku pelajaran siswa dalam bentuk tulisan. Itulah sebabnya para siswa mengalami kesulitan dalam menguasai pelajaran, walaupun sudah mengikuti belajar mengajar di kelas.” (Markus Tan)
Cara apakah yang paling baik untuk memasukkan informasi (belajar)? Apakah melalui diskusi, materi bacaan, atau komputer? Tak satupun dari media ini yang paling efektif, demikian dikemukakan para peneliti neurosains (ilmu tentang otak), Fiske & Tailor, 1984. Mereka menyimpulkan yang paling berpengaruh dalam pembelajaran adalah gambar hidup yang konkret.
Ilmuwan neurosains menyimpulkan hal ini karena alasan berikut ini:
1. Sembilan puluh persen dari masukan sensori otak adalah dari sumber-sumber visual
2. Otak mempunyai respons yang cepat terhadap symbol, ikon, gambar-gambar yang bergerak (film)
3. Otak mempunyai atensi (perhatian) terhadap hal-hal yang kontras dan baru.
Para pengiklan andal dan ahli-ahli strategi politik sudah mengehui hal ini sejak lama. Mengapa anak-anak lebih ingat iklan-iklan di televisi, dari pada apapun yang telah diajarkan di sekolah. Misal : jika saya menyebut kata-kata: “Apapun makanannya, minumnya……” Anda pasti tahu kelanjutannya, saya tidak perlu memberi tahu anda. Karena iklan tersebut ditampilkan dalam bentuk gambar yang bergerak, diulang-ulang dan disajikan dengan lagu dan cara yang menarik. Apa yang disajikan oleh iklan diatas memenuhi syarat untuk informasi masuk ke memori jangka panjang.
Anda pasti masih ingat dengan jelas peristiwa tragedi WTC, 11 September 2001 di New York. Padahal peristiwa tersebut sudah lewat 8 tahun yang lalu. Masih tergambar jelas bagaimana, sebuah pesawat dengan kecepatan tinggi menabrak menara utara WTC dan efek ledakan yang ditimbulkannya. Itu adalah sensasi yang diterima kuat oleh otak anda.
Demikian juga mengapa komik bergambar cerita apapun, selalu disukai anak-anak. Tapi mungkin sebagian dari anda ada yang bertanya, kenapa cerita silat Kho Ping Ho, sangat minim ilustrasi gambar, namun kok disukai juga. Bahkan tergolong cerita laris hingga saat ini. Komik Kho Ping Ho, walaupun tanpa gambar, namun sanggup menciptakan imajinasi yang menarik di otak pembacanya. Juga termasuk serial novel Harry Potter, sangat digandrungi anak-anak mulai usia 7 hingga 70 tahun. Yang membawa JK Rowling, menjadi penulis & selebriti terkaya di Inggris, mengalahkan kekayaan Sang Ratu Elisabeth.
Otak membentuk Neuro Connection (jaringan saraf) yang membuat kita mampu mengenali obyek dengan lebih tepat ketika obyek-obyek tersebut berbeda dari kelompok obyek yang sama. Oleh sebab itu, dalam lingkungan pembelajaran, tugas berbasis proyek, variasi media belajar seperti: computer, video, kamera, serta berbagai peralatan membantu mempercepat pemrosesan ke cortex visual otak kita.
Intinya visual (gambar) adalah kunci penting untuk mengingat materi pembelajaran. Tips bagi anda dosen, guru, trainer, siswa, pembelajar sekalipun, materi anda akan lebih bersahabat bagi otak, bila didukung foto, grafik, diagram clip film, poster dan warna. Dengan penyampaian bentuk aktivitas seperti: role play, diskusi, games, cerita dan Tanya jawab interaktif.
Itulah kenapa training Best Camp yang kita adakan, menggunakan banyak media seperti : poster motivasi, yel-yel, afirmasi, puisi, lagu, gerakan unik, film, fun games dsb. Para peserta menjadi larut dan terlibat penuh dalam setiap sesi yang dialami peserta. Semua media tersebut sangat efektif, karena mampu membentuk gambar dan film dalam visual cortex bagi para peserta.
Mulai sekarang, ingatlah selalu bahasa otak kita adalah gambar.
Tahukah anda: Bahasa Otak kita adalah gambar
(Artikel ini adalah serial tulisan metode pembelajarn bagi anak2 & remaja utk mencapai prestasi terbaik di sekolah. semoga bermanfaat)
“Otak kita berpikir dalam bentuk gambar. Kabar buruknya, semua buku pelajaran siswa dalam bentuk tulisan. Itulah sebabnya para siswa mengalami kesulitan dalam menguasai pelajaran, walaupun sudah mengikuti belajar mengajar di kelas.” (Markus Tan)
Cara apakah yang paling baik untuk memasukkan informasi (belajar)? Apakah melalui diskusi, materi bacaan, atau komputer? Tak satupun dari media ini yang paling efektif, demikian dikemukakan para peneliti neurosains (ilmu tentang otak), Fiske & Tailor, 1984. Mereka menyimpulkan yang paling berpengaruh dalam pembelajaran adalah gambar hidup yang konkret.
Ilmuwan neurosains menyimpulkan hal ini karena alasan berikut ini:
1. Sembilan puluh persen dari masukan sensori otak adalah dari sumber-sumber visual
2. Otak mempunyai respons yang cepat terhadap symbol, ikon, gambar-gambar yang bergerak (film)
3. Otak mempunyai atensi (perhatian) terhadap hal-hal yang kontras dan baru.
Para pengiklan andal dan ahli-ahli strategi politik sudah mengehui hal ini sejak lama. Mengapa anak-anak lebih ingat iklan-iklan di televisi, dari pada apapun yang telah diajarkan di sekolah. Misal : jika saya menyebut kata-kata: “Apapun makanannya, minumnya……” Anda pasti tahu kelanjutannya, saya tidak perlu memberi tahu anda. Karena iklan tersebut ditampilkan dalam bentuk gambar yang bergerak, diulang-ulang dan disajikan dengan lagu dan cara yang menarik. Apa yang disajikan oleh iklan diatas memenuhi syarat untuk informasi masuk ke memori jangka panjang.
Anda pasti masih ingat dengan jelas peristiwa tragedi WTC, 11 September 2001 di New York. Padahal peristiwa tersebut sudah lewat 8 tahun yang lalu. Masih tergambar jelas bagaimana, sebuah pesawat dengan kecepatan tinggi menabrak menara utara WTC dan efek ledakan yang ditimbulkannya. Itu adalah sensasi yang diterima kuat oleh otak anda.
Demikian juga mengapa komik bergambar cerita apapun, selalu disukai anak-anak. Tapi mungkin sebagian dari anda ada yang bertanya, kenapa cerita silat Kho Ping Ho, sangat minim ilustrasi gambar, namun kok disukai juga. Bahkan tergolong cerita laris hingga saat ini. Komik Kho Ping Ho, walaupun tanpa gambar, namun sanggup menciptakan imajinasi yang menarik di otak pembacanya. Juga termasuk serial novel Harry Potter, sangat digandrungi anak-anak mulai usia 7 hingga 70 tahun. Yang membawa JK Rowling, menjadi penulis & selebriti terkaya di Inggris, mengalahkan kekayaan Sang Ratu Elisabeth.
Otak membentuk Neuro Connection (jaringan saraf) yang membuat kita mampu mengenali obyek dengan lebih tepat ketika obyek-obyek tersebut berbeda dari kelompok obyek yang sama. Oleh sebab itu, dalam lingkungan pembelajaran, tugas berbasis proyek, variasi media belajar seperti: computer, video, kamera, serta berbagai peralatan membantu mempercepat pemrosesan ke cortex visual otak kita.
Intinya visual (gambar) adalah kunci penting untuk mengingat materi pembelajaran. Tips bagi anda dosen, guru, trainer, siswa, pembelajar sekalipun, materi anda akan lebih bersahabat bagi otak, bila didukung foto, grafik, diagram clip film, poster dan warna. Dengan penyampaian bentuk aktivitas seperti: role play, diskusi, games, cerita dan Tanya jawab interaktif.
Itulah kenapa training Best Camp yang kita adakan, menggunakan banyak media seperti : poster motivasi, yel-yel, afirmasi, puisi, lagu, gerakan unik, film, fun games dsb. Para peserta menjadi larut dan terlibat penuh dalam setiap sesi yang dialami peserta. Semua media tersebut sangat efektif, karena mampu membentuk gambar dan film dalam visual cortex bagi para peserta.
Mulai sekarang, ingatlah selalu bahasa otak kita adalah gambar.
Komentar
Posting Komentar